Kemahasiswaan Bentara Campus

✆ 021- 2206 6755    📧 info@bentaracampus.ac.id

PBCB Beraksi untuk Penyintas Pasca Kebakaran 
di Kebon Kosong

Jakarta – Kebakaran hebat pada 10 Desember 2024 di Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, DKI Jakarta, meluluhlantakkan sekitar 200 rumah dan berdampak pada 1.520 jiwa. Menyikapi tragedi ini, Politeknik Bentara Citra Bangsa (PBCB) segera melakukan survei ke lokasi kebakaran. Dari hasil survei yang dilaksanakan oleh tim survei Bentara Campus, ditemukan adanya kebutuhan dari penyintas pasca bencana terkait dukungan psikologis. Oleh karena itu, tim Bentara Campus menyusun Program Pengabdian kepada Masyarakat berupa layanan dukungan psikososial yang dilaksanakan setiap minggu dari bulan Desember 2024 hingga Juli 2025. Kegiatan dukungan layanan psikososial ini melibatkan dosen dari Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Inklusi, serta mahasiswa yang berada di wilayah Bentara Campus. Setiap Minggu mereka berkomitmen untuk datang dan mendampingi adik-adik yang menjadi korban dari kebakaran disana.

Tim Bentara Campus menyusun Program Pengabdian kepada Masyarakat berupa layanan dukungan psikososial yang dilaksanakan setiap minggu dari bulan Desember 2024 hingga Juli 2025. Foto: Dok. Politeknik Bentara Citra Bangsa.
Kegiatan dukungan layanan psikososial ini melibatkan dosen dari Program Studi Bimbingan Konseling dan Pendidikan Inklusi, serta mahasiswa yang berada di wilayah Bentara Campus. Foto: Dok. Politeknik Bentara Citra Bangsa.
Setiap minggu, anak-anak mengikuti aktivitas creative art yang menjadi bagian dari layanan dukungan psikososial. Foto: Dok. Politeknik Bentara Citra Bangsa.
Program ini tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi para penyintas bencana dari sisi psikologis, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran bermakna bagi mahasiswa. Foto: Dok. Politeknik Bentara Citra Bangsa.
Previous
Next

Layanan dukungan psikososial ini dilaksanakan sebanyak 18 kali pertemuan dan terbagi dalam tiga tahapan pemulihan trauma: 

Safety – Menumbuhkan rasa aman, baik secara internal maupun dalam kelompok. Tahap ini berfokus pada stabilisasi kondisi emosi. 

Re-experience – Memproses kembali trauma yang dialami melalui proses mengingat, berbagi, menceritakan kembali, dan melalui proses grieving. 

Building Hope – Menumbuhkan kembali harapan, rasa memiliki kendali, identitas diri, serta kemampuan membangun hubungan sehat dan kemampuan untuk berjuang serta resilien.

Kegiatan ini memiliki banyak manfaat, di antaranya membantu para penyintas pasca bencana kebakaran dari sisi psikologis. Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang sesuai dengan ilmu yang mereka pelajari di masing-masing prodi.